Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Thursday, February 2, 2017

A Dilemma with Tolibul Ilm fi ad-deen

Tolibul ilm fi ad-deen & bigoted partyless politic ideology

Recently, when I scrolled down my FB walls for any update, I was stumbled upon some status regarding national politic issues in the country by some fellow FB friends. These fellow friends, some of them are students and some  already graduating their first degrees in Islamic studies. The moment I saw the status as usual I looked up the comments for the status. I am apolitical and do not really care to have a fight over petty political issues especially when dealing with multiparty politics. 


            It was a shock and I was disappointed at some of them who used rude language while commenting and arguing in the status comments. There was a fella who accused one party in state commit corrupt things and just accusing and provoking the other fella. The others came and starts everything. A fight in social media. Not everyone but some. Where is their concern about adab and akhlak when conversing with one another.  It just  made me upset and disappointed to see such expected one to be so well-educated  in fundamental Islamic studies to be such wild and ‘ruthless’ on internet. Now you see that heart problems, emotion, hasad doesn’t prefer anyone. Regardless what background you are, the chance to get ‘infested’ with such heart parasite is widely open unless you get prepared.

_________
Actually I had wrote this notes last year. To be exact it was on 04 ‎Disember ‎2016 @ ‏‎13:01:38. Only now in this 2017 got chance & will to publish here. The tone of my writing perhaps quite emotional.  However, I'd got some point to put in here.

Wednesday, August 1, 2012

Let Muslim Do Whatever They Ought To – Isn’t That Their Rights




Here I am going to raise a well-known issue in globe (though it might be old issue). Yah it is about the controversial issue of Muslim women are prohibited to wear their veil/niqab or just cover up their hair/hijab in certain country such as in France. All of these only happen in western country where the Muslims are the minority. By the way, the word Muslim is derived from the Arabic word which refers to a man whose religion is Islam. While for woman the exact word is Muslimah. Okay, let’s stop discussing the linguistic matter here.

                In European countries, it is well-known that the people there are seriously struggle for the establishment of a freedom in society as well as the world. They would likely to utter and even mock the Muslims especially the women (Muslimah) in Islam who wear the veil or hijab. To them it is an injustice act towards those Muslimah. They simply think that wearing the hijab is an act of oppression or subjugation to women. Firstly, forgive me for one second as I tend to burst into laughter when I heard the statement. Especially the statement comes from the people who fight for freedom. Yah, to be honest they need to review the definition of freedom. That would be the first argument to the statement. At least there could be two arguments on this issue.


                First, do them aware that by the time the enforcement of rule that prohibit the veil is launched, they are already initiating an act of oppression to Muslims. Yah, it is oppression as the Muslims do want to wear a hijab or veil on their willingness as they are aware about the teaching of Islam. Nobody is forcing them to do so as they revert to Islam peacefully and agree to the rules and regulations in Islam. Freedom means that anyone can practise their religious activity or routine without any hindrance. Can anyone in European countries find that Singh men are prohibited from wearing their turban? In my knowledge as far as possible, there is none in fact in United Kingdom, even the Singh policemen can wear turban while they are working. Therefore, why they bother to ban Muslims from wearing the hijab or veil. 
                The next argument is why they barefacedly interfere with the teaching of Islam. Do not they know that the veil is not just a cultural matter but it is a religious one? Are there any of Muslims in those countries ever try to prohibit or protest the Christian teachings or other religion faith just like what they had did to the Muslims. Nope, not even once in history. Thus, this oppression is such a matter of Islamophobia that has been rising up tout de suite now on especially after the 9/11 incident. 

               To conclude in brief all of the action that have been taken on the Muslim community are such the injustice action which are denying and disregarding the right for Muslim community in those countries. They do not even have right to say that the veil or hijab is a matter which against the human rights. By the way, the Muslims are not oppressing the women right; instead, the non-Muslim community or establishment do so to them. Hence, simply let Muslim do whatever they ought to as it is their right, isn’t it.
Salam…

Let's watch this video for a moment...



                

Wednesday, December 8, 2010

Salam Maal Hijrah 1432

Assalamualaikum. Alhamdulillah, puji-pujian dipanjatkan ke hadrat Ilahi kerana dapatlah kami menjenguh ke tahun baru Islam iaitu tahun yang ke-1432 H. Kami syukur rasanya kerana masih lagi diberi kesempatan untuk melangkah ke tahun baru Islam. Semoga segala hajat dan azam yang belum kesampaian pada tahun yang sudah dapatlah dibawa ke tahun ini untuk diusahakan seberapa dapat biar tercapai jua.

        Beberapa hari yang lalu sebelum tibanya saat yang ditunggu-tunggu ini, kami sebenarnya berasakan awal tahun Hijrah yang baru ini masih lagi agak jauh sedikit daripada menjenguh ke mari. Namun, setelah diperingatkan oleh rakan dan taulan akan cuti awal Muharam ini terasa sedikit tersentak. Ya Allah, begitu pantas masa berlalu. Dirasakan baru beberapa bulan sahaja kami menyambut awal Muharam. Masih terngiang-ngiang lagi di kotak fikiran ini saat jari-jemari mengetuk kekunci komputer untuk menulis ucapan selamat menyambut Maal Hijrah 1431.

        Pada pagi hari Selasa, 1 Muharam 1432 H bersamaan dengan 7 Disember 2010 M, telefon bimbit kami menerima pesanan ringkas ucapan salam Maal Hijrah daripada guru merangkap pensyarah kami, Ustazah Kalthom. Bunyinya sekadar biasa namun bagi diri ini terasa seakan bertuah badan kerana guru kami masih lagi ingat kepada anak muridnya yang biasa ini. Mungkin sebab kami sering kali menghantar pesanan ringkas bagi bertanya dan juga mengucapkan ucapan selamat yang membuatkan Ustazah pula yang memulakan ucapan selamat buat kami. Terasa malu pula sebab kami terlupa hendak berutus mesej ucapan selamat kepada guru kami pada kali ini. Itulah yang kami rasakan satu perkara yang biasa bagi orang lain namun begitu istimewa dan membekas di hati dan ingatan kami.

        Dalam ucapan selamat itu ada terselit satu nasihat yang berguna buat kami yang masih muda mentah ini. Bunyinya seperti ini - "Sama-samalah kita berhijrah kepada cara hidup yang diredhai Allah sebelum kita dipanggil berhijrah ke alam baqa' ". Satu nasihat yang ringkas namun menyimpan seribu makna yang mendalam buat sesiapa saja. Dalam hidup kita ini sudah semestinya pernah bahkan sentiasa pula terjerat, terjerumus, dan terjebak dengan bermacam kesilapan. Kadangkala pula kita hanyut dengan kehidupan dunia yang memukau mata sehingga membuat perkara yang dilarang Tuhan. Oleh itu, bersempena Tahun Baru Hijrah ini adalah molek buat kita berazam untuk berhijrah kepada cara hidup yang diredhai Tuhan. Mana yang silap diperbetulkan, yang baik dipertingkatkan, yang buruk diperbaikkan, dan begitulah yang lainnya.

        Semoga Tahun Baru Hijrah 1432 kali ini akan menjadi suatu wadah buat kita memperbaiki diri, memperbanyak amal soleh, memperkurang amal yang dilarang, dan menjadi hamba Allah yang bertakwa. Sebagai penutup bicara marilah kita renung-renungkan sabdaan Nabi S.A.W. yang diriwayatkan daripada Umar Ibn Khattab r.a. :

"Innamal 'amaalu bin niyyaat, wa innamaa likullimriin maa nawaa, faman kaanat hijratuhu ila Allahi wa rasuulihi  fahijratuhu ila Allahi wa rasuulihi, waman kaanat hijratuhu lidunyaa yuSibuhaa awimra atin yankiHuhaa fahijratuhu ilaa maa haajara ilaihi." au kama qal.
                                                                                                                  Rawahul Bukhari wa Muslim.

"Hanya segala amal dengan niat dan hanya bagi setiap orang apa yang diniatkan. Maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa hijrahnya bagi dunia yang ia akan memperolehinya atau perempuan yang ia ingin mengahwininya, maka hijrahnya kepada apa yang ia berhijrah kepadanya itu."
                                                                                                                   Riwayat Bukhari dan Muslim.

 -Tokdin Tuman-

Thursday, August 19, 2010

Susah Sangat Ke Nak Khatam Al-Quran Dalam Bulan Ramadhan??



Insya Allah, pada kali ini saya ingin berkongsi pengalaman dan pandangan mengenai bagaimana kadah untuk kita khatam 30 juzuk al-Quran dalam masa sebulan Ramadhan walau dalam masa yang begitu suntuk sekalipun dalam seharian. Saya pasti mungkin ramai antara kita yang sudah pasti mengetahui dan ramai pula yang telah pun melaksanakannya. Apa pun tujuan saya hanyalah sekadar berkongsi pengalaman dan sebagai peringatan buat sesama kita agar tidak terlupa. Sudah pasti dalam dunia yang semakin moden dan canggih ini, kehidupan kita akan lebih banyak disibukkan dengan pekerjaan dunia seperti kerja dari awal pagi hingga ke petang bahkan ada yang sampai menjengah waktu malam. Walau apa pun di mana ada kemahuan di situ pasti ada jalan. Sesiapa yang berusaha Insya Allah akan berjaya.

          Dalam sebulan Ramadhan terdapat 30 ataupun 29 hari bergantung kepada hilal bulan. Namun secara kasarnya kita dapat katakan terdapat 30 hari semuanya dalam sebulan bulan puasa. Oleh yang sedemikian, kita hanya perlu membaca satu juzuk al-Quran dalam sehari memandangkan al-Quran mengandungi sebanyak 30 juzuk kesemuanya. Saya pasti bagi sesetengah orang akan terfikir bahawa banyak juga ayat al-Quran yang perlu dibaca bagi setiap hari. Apa pun satu juzuk al-Quran tidaklah sebanyak mana pun. Jikalau dikira dari segi helaian kertas cuma sepuluh helai sahaja yang bersamaan 20 muka surat. Namun terdapat juga sesetengah juzuk yang lebih sedikit daripada sepuluh helai seperti juzuk 30 atau lebih dikenali dengan nama juzuk ‘Amma.

          Bagaimana, adakah kita masih mempunyai semangat untuk menghabiskan bacaan ayat suci al-Quran dalam masa sebulan kita berpuasa? Atau semangat semakin pudar setelah mengira-ngira jumlah helaian yang perlu dibaca dalam sehari? Bagi saya, perasaan berat atau terbeban dengan jumlah yang mungkin banyak ini dapat diatasi melalui cara kita berfikir. Cuba fikirkan hanya sepuluh (10) helai sahaja satu hari bukannya seratus helaian. Bagi sepuluh helai ini tidaklah memakan masa yang terlalu lama jika kita pandai membahagi-bahagikan masa untuk membacanya.

          Kaedah terbaik bagi membahagikan masa untuk membaca al-Quran adalah melalui waktu solat fardu lima waktu sehari semalam. Sudah pasti antara kita ini akan menyediakan ruang untuk menunaikan solat fardu walau dalam keadaan yang sesibuk mana sekalipun. Oleh itu, gunakanlah peluang setiap kali selepas solat fardu ini untuk membaca al-Quran sebanyak dua helai sahaja. Dengan itu, apabila dua helai ini didarabkan dengan lima kali solat fardu akan berjumlah sepuluh helai. Nampaknya kita telah pun berhasil untuk menghabiskan bacaan bagi hari tersebut. Nampak senang bukan, jumlah sepuluh helai itu kini semakin sedikit setelah dibahagi-bahagikan.

          Inilah antara cara mudah untuk kita amalkan bagi menghabiskan bacaan al-Quran dalam masa sebulan Ramadhan. Saya percaya bagi menghabiskan bacaan dua helai ayat al-Quran tidaklah mengambil masa yang terlalu lama. Mungkin dalam masa sepuluh minit sahaja paling lama pun untuk menghabiskan bacaan tersebut. Apa pun hal ini bergantung kepada kefasihan seseorang itu dalam membaca al-Quran. Bagi mereka yang masih kurang lancar janganlah rasa sedih dan terbeban, bacalah sekadar yang termampu. Ingatlah bagi mereka yang tergagap-gagap atau tersekat-sekat dalam bacaannya Allah s.w.t. akan mengurniakan dua pahala. Pahala bacaan serta pahala akibat kesukaran yang ditempuh ketika membaca al-Quran.

          Walau bagaimanapun, kita boleh sahaja mencari waktu-waktu lapang yang tersendiri kerana masa lapang setiap orang itu tidaklah sama. Bagi saya sendiri, saya lebih suka membaca al-Quran pada awal pagi setelah solat Subuh, selepas Asar, dan seusai Maghrib kerana saya fikir itulah masa yang paling lapang dan tenang untuk menghabiskan bacaan. Terserah kepada masing-masing. Cuma kaedah bacaan setiap kali selepas Solat merupakan antara cara mudah bagi membahagikan bacaan dalam jumlah yang tidak membebankan serta lebih elok iaitu seusai sahaja kita menunaikan solat. Harus diingatkan di sini, keazaman diri amat penting kerana tanpanya kita mungkin akan berhenti sekerat jalan lantaran timbulnya perasaan malas dan pelbagai dugaan lagi.

          Akhir kalamnya, marilah kita sama-sama mengejar pahala amal kebajikan dalam bulan Ramadhan yang penuh berkat ini dengan menamatkan bacaan al-Quran dalam sebulan kita berpuasa kerana tidaklah sesukar manapun untuk menghabiskan bacaan jikalau pandai merancang. Ingatlah membaca al-Quran bukan hanya khusus pada bulan Ramadhan sahaja namun harus diteruskan dalam bulan-bulan yang lain. Apa yang terbaik hendaklah kita pastikan dalam seharian kita hidup ini haruslah diselit dengan amalan membaca al-Quran waima satu muka surat mahupun satu ayat sekalipun. Mudah-mudahan kita dilimpahi rahmat dan sakinah daripada Tuhan Rabbul Jalil.

~Tokdin Tuman~  09 Ramadhan 1431 H

Wednesday, August 18, 2010

Ramadhan Karim Yang Ditunggu-tunggu

Alhamdulillah, kini kita telah melangkah masuk dalam bulan yang penuh rahmat, keampunan, dan kemuliaan iaitu bulan Ramadhan. Bulan yang dijanjikan ganjaran pahala yang berlipat kali ganda. Satu solat sunat bersamaan pahalanya dengan pahala solat fardu dalam bulan biasa. Bulan mulia yang pada awalnya rahmat, pertengahannya keampunan, dan pengakhirnya kebebasan atau selamat daripada azab api neraka. Pada hari catatan ini ditulis, sudah masuk hari ketujuh kita berpuasa. Bermakna sudah seminggu kita berada dalam bulan Ramadhan al-Mubarak ini. Marilah kita sama-sama merenung sejenak mengenai amalan dan segala gerak kerja kita sejak hari pertama bulan Ramadhan sehinggalah ke waktu sekarang ini. Apakah sudah banyak amalan yang dijalankan atau masih lagi liat untuk melaksanakan amalan ibadat.


Dalam bulan Ramadhan yang mulia ini terdapat satu malam yang teramat istimewa iaitu malam al-Qadar. Malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Alangkah baiknya kalau dapat kita laksanakan amal ibadat sebanyak mungkin pada malam yang istimewa itu. Namun, tidaklah bermakna kita hanya perlu tumpukan amalan pada malam akhir sahaja sedangkan malam-malam yang lain pada awal Ramadhan terlepas kosong begitu sahaja. Rasulullah s.a.w. menganjurkan umat baginda untu menghidupkan malam- malam dalam bulan Ramadhan. Marilah kita hidupkan dengan pelbagai amalan sunat yang disyariatkan oleh Islam. Pada bulan ini juga adalah sangat elok lagi molek untuk kita membaca al-Quran sehingga khatam jika mampu.

Selain itu, dalam bulan yang istimewa ini juga terdapat amalan sunat yang khusus ada hanya pada bulan ini tidak dalam bulan-bulan yang lainnya. Amalan itu ialah solat sunat Tarawih. Kita seharusnya merebut peluang keemasan ini kerana ganjaran pahala daripada melaksanakan amalan ini amat besar apatah lagi dalam bulan ini pahala dilipatgandakan oleh Allah s.w.t. Sudah tentu ada keistimewaannya disebalik amalan sunat ini serta ganjarannya kerana solat ini tidak terdapat dalam bulan-bulan yang lain. Alangkah baik jika solat ini dikerjakan dengan berjemaah dengan bacaan al-Quran yang dimulakan dari awal hingga khatam dalam sebulan Ramadhan jika berkesempatan kerana pahala membaca dan mendengar bacaan al-Quran paling tinggi nilainya jika dilakukan dalam solat. Ditambah pula dengan ganjaran pahala yang akan dilipatgandakan oleh Allah Taala dalam bulan puasa ini.

Dalam dunia yang semakin sibuk dengan halnya ini sudah semestinya terdapat antara kita yang sibuk dengan kerja. Ada antara kita yang bekerja hingga larut malam sehingga tidak sempat menunaikan solat sunat Tarawih di masjid dan surau. Walau bagaimanapun, janganlah jadikan ini sebagai penghalang kerana kita masih boleh menunaikan solat ini secara sendiri dalam kadar yang ringkas mengikut kemampuan diri. Memang solat ini sunat namun apa yang kita ingin tekankan di sini adalah betapa pentingnya untuk kita berebut-rebut mencari masa untuk memperbanyak bekalan akhirat yang lebih baik lagi kekal. Alangkah ruginya jika kita tidak menunaikan solat sunat Tarawih tetapi berpeluang pula untuk menonton televisyen di rumah. Adakah televisyen yang sekadar hiburan itu lebih penting daripada ibadat sunat? Sudah tentu tidak bahkan hal itu pula boleh menjadi lagha dan dosa kepada kita. Marilah kita sama-sama membentuk diri kita agar lebih kuat dalam mengawal hawa nafsu dalam bulan yang mulia ini dengan mengerjakan ibadat sunat selain ibadat wajib seperti puasa dan solat fardu.

Di samping itu, marilah kita sama-sama memperbanyak sedekah pada bulan Ramadhan ini. Dengan bersedekah kita dapat membantu golongan yang miskin dan memerlukan serta dapat membersihkan diri daripada sifat kedekut dan tamak dalam diri. Selain itu, hendaklah kita memelihara diri daripada melakukan perkara yang boleh menghapuskan pahala puasa kita dan bukan hanya menjaga diri daripada melakukan perkara yang membatalkan puasa. Hal ini disebabkan ramai yang puasa tetapi apa yang merka dapat hanyalah lapar dan dahaga akibat habis pahala puasa kerana melakukan perkara yang dilarang dalam agama. Hal ini sebagaimana yang disabdakan oleh baginda Rasul s.a.w. Ingatlah bahawa puasa bukan sekadar menahan diri daripada makan dan minum sahaja tetapi perlu juga memelihara pandangan mata, telinga, mulut, kaki, tangan, dan keseluruhan anggota kita termasuklah hati. Jauhkanlah daripada bercakap banyak apatah lagi jika diisi dengan umpat-mengumpat dan kata mengata.

Insya Allah, kita akan mendapat keberkatan daripada Allah s.w.t. jika kita bersungguh-sungguh dalam melaksanakan ibadat puasa ini dengan sebaik mungkin. Semoga kita dapat mempertingkat kualiti amalan puasa kita serta memperbanyak amalan sunat yang lain dalam istimewa yang ditunggu-tunggu ini. Ya Allah, Dikau terimalah puasa dan amal ibadat kami yang lain dan Engkau jadikanlah hati kami ini ikhlas dalam mengerjakan amal ibadat hanya kerana-Mu.

-Tokdin Tuman- 17/08/10 ~ 08 Ramadhan 1431 H.

Wednesday, November 18, 2009

Lack of Knowledge Makes Muslim Too Weak


Assalamualaikum .

People around the world have heard about the state or condition of Islamic countries. Many of Islamic countries are included in less developed country or at least as the developed country. All of these happen due to our behave and attitude as Muslims. We do not really care about gathering a lot of knowledge or even go to study in school. I agree that many of us around the world are not capable to give education to our children. However, this cannot be a major reason or an obstacle which make us as Muslim do not have education as in the Al-Quran stated that knowledge is very important. Look back in the Surah Al-Alaq, it is the first Ayat which ask our beloved Prophet Muhammad p.b.u.h. and also to the all of Muslim to read. "Read with the name of Allah who creates all creatures". Therefore, in my opinion it is important for us to study and study and improve our knowledge especially about Islam.


If Muslim around the world aware of the important of knowledge and education, I am absolutely sure that Muslim community including Muslim countries may become the most developed and grand society among others. Why not, we already proved that before. Without knowledge every country cannot develop. Although their country have many natural resources which can be used to develop the country, they need people who are talented and have skill to use the sources.

Lastly, I hope that we including me can develop ourselves first by studying to develop the whole Islamic world.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
UA-33750781-1